

Pengurus Malaysian Palm Oil Board (MPOB) Ramli Abdullah seperti dikutip Bloomberg menyatakan harga CPO diantara 2.600 ringgit dan 3.000 ringgit kerana rasio persediaan terhadap pasokan yang menipis dan harga minyak kedelai (Soybean Oil) serta minyak mentah.
Menurut dia, harga sepanjang tahun ini akan stabil di level 2.400 ringgit per ton dipicu pembelian perusahaan sereal dan bisnis minyak China.

Situs resmi MPOB menyebutkan sepanjang satu bulan terakhir harga tertinggi di level 2.686 ringgit pada 11 Mac, masih jauh dari level harga tertinggi sepanjang satu tahun terakhir di level 2.887 ringgit pada 13 Mei 2009. Harga terendah dalam setahun terakhir di level 2001 ringgit pada 8 Juli 2009.
Untuk tahun ini saja, level tertinggi terjadi pada perdagangan 8 Mac yakni 2701 ringgit.

Malaysia merupakan produsen CPO terbesar kedua dunia, sementara Indonesia sebagai produsen CPO tertinggi pertama dunia mencatat ekspor CPO dan produk turunannya pada Januari 2010 naik 60.000 ton menjadi 1.20 juta ton, dibandingkan dengan bulan yang sama 2009 sebesar 1.14 juta ton.
No comments:
Post a Comment